This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 04 November 2016

Cokelat Menjaga Kesehatan Jantung

Selasa, 1 November 2016 | 16:05 WIB


KOMPAS.com - Berbahagialah para pecinta cokelat. Ada kabar baik datang dari penelitian jangka panjang University of Aberdeen di Skotlandia. Menurut para ilmuwan, makan cokelat hari ini dapat memberi manfaat sehat bagi jantung di kemudian hari.
Penelitian yang berlangsung selama 12 tahun dan dimuat dalam jurnal Heart ini menemukan, pecinta cokelat cenderung memiliki risiko penyakit jantung dan meninggal karena gangguan jantung, lebih rendah dibanding bukan penyuka cokelat.
"Bukti kumulatif menunjukkan bahwa semakin tinggi asupan cokelat, semakin rendah risiko kejadian penyakit kardiovaskular di masa depan," kata penulis studi.
"Cokelat mengandung zat flavonoid dan konstituen susu seperti kalsium dan asam lemak, yang semuanya sangat berguna untuk menjaga kesehatan jantung.”
Hasil studi juga menunjukkan, tidak tampak bukti yang mendukung klaim bahwa cokelat harus dihindari oleh mereka yang ingin menghindari risiko penyakit kardiovaskular.
Dalam studi ini, tim peneliti mengamati kebiasaan makan 20.949 relawan di Norfolk, Inggris. Selama studi, ada 3.013 orang yang mengalami perlemakan pembuluh darah atau penyakit jantung koroner dan stroke yang tidak parah. Kira-kira 20 persen dari mereka mengatakan tidak suka makan cokelat.
Sementara itu, mereka yang mengonsumsi tujuh sampai 100 gram cokelat perhari memiliki risiko penyakit jantung 11 persen lebih rendah dan risiko kematian karena penyakit jantung 25 persen lebih rendah. Namun, di antara para pecinta cokelat, ada juga yang masuk rumah sakit karena gangguan jantung yakni sebanyak sembilan persen.
Flavonoid di dalam cokelat memiliki efek antioksidan yang berguna untuk menangkal radikal bebas.
Semakin gelap warna cokelat, semakin tinggi konsentrasi kandungan flavonoidnya dan semakin sedikit mengandung bahan yang dapat merusak kesehatan jantung.
Selain menjaga sel dari kerusakan, antioksidan juga mampu mencegah pembentukan plak di dinding pembuluh darah arteri dan mampu menurunkan kadar Kolesterol jahat (low-density lipoprotein).
Para peneliti mengatakan, takaran sehat konsumsi cokelat adalah maksimal 100 gram atau 3,5 ons perhari.

Seks, Makin Tua Makin Bahaya

Selasa, 1 November 2016 | 20:20 WIB

KOMPAS.com - Selama organ reproduksi masih berfungsi normal, sebenarnya tak ada alasan bagi pria atau wanita yang berusia paruh baya untuk berhenti melakukan hubungan seks. Sayangnya, makin tua seks bisa berbahaya.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Michigan State Univesity menyimpulkan, makin tua usia seseorang, sebaiknya hubungan seks dilakukan lebih bijaksana. Bila tidak, hubungan seks bisa berakibat fatal.

Dalam penelitian itu, para peneliti mengamati data 2.204 orang di National Social Life, Health and Aging Project. Para partisipan studi itu berada di rentang usia 57-85 tahun saat gelombang pertama data dikumpulkan pada tahun 2005. Data pada tahap kedua dikumpulkan 5 tahun kemudian.

Untuk melihat bagaimana seks memengaruhi kesehatan jantung pria dan wanita berusia lanjut, tim peneliti menilai risiko kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) partisipan lewat pengukuran tekanan darah, detak jantung, protein C-reaktif dalam darah, serta ada tidaknya kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung, gagaljantung, dan stroke.

"Kami menemukan bahwa berhubungan seks seminggu sekali atau lebih bisa membuat pria usia lanjut mengalami kejadian kardiovaskular dua kali lebih tinggi dibanding dengan pria yang kehidupan seksualnya kurang aktif," kata Hui Liu dalam siaran persnya.

Lebih dari itu, pria yang merasakan seksnya sangat memuaskan justru memiliki risiko yang lebih besar. 

Hubungan seksual bisa membuat tekanan yang besar pada tubuh. Seiring dengan usia, massa otot pun menjadi lemah dan berkurang, sehingga tubuh akan bekerja lebih keras untuk mengatasi gangguan seksual dan menggapai orgasme. 

"Pria usia lanjut memiliki kesulitan lebih besar mencapai orgasme, untuk alasan medis dan emosional dibanding saat muda. Hal ini menyebabkan kelelahan dan stres pada sistem kardiovaskular mereka saat mencapai klimaks," kata Liu.

Berbeda dengan kaum pria, risiko tersebut ternyata tidak berlaku pada wanita. Memiliki hubungan seks yang luar biasa di usia lanjut justru menurunkan risiko hipertensi dan risiko serangan jantung, serta stroke dalam waktu 5 tahun mendatang.

Walau demikian, bukan berarti kehidupan seks pria berusia di atas 60 tahun harus diakhiri. Jika sejak muda Anda memiliki gaya hidup sehat dan aktif, maka tubuh akan tetap bugar sampai tua.

Makan Telur Justru Tekan Risiko Kena Stroke

Rabu, 2 November 2016 | 17:00 WIB


KOMPAS.com - Makan satu butir telur sehari ternyata mengurangi risiko stroke hingga 12 persen. Studi yang dipimpin ilmuwan AS ini juga membuktikan makan telur setiap hari tak berhubungan dengan penyakit jantung.
Para periset sampai pada kesimpulan itu dengan mereview sejumlah studi yang diterbitkan lebih dari 33 tahun, antara 1982 dan 2015 dan melibatkan lebih dari 275.000 orang peserta penelitian.
Peneliti mengevaluasi hubungan antara makan telur dan penyakitjantung koroner serta stroke. Penelitian dipimpin oleh Dr Dominik Alexander dari EpidStat Institute AS. Ia mengatakan riset dibutuhkan untuk mengerti hubungan antara konsumsi telur dan risiko stroke.
"Telur memiliki kandungan nutrisi baik, termasuk antioksidan yang terbukti mengurangi stres oksidatif dan inflamasi. Telur pun merupakan sumber protein yang baik yang berhubungan dengan tekanan darah lebih rendah," kata Alexander.
Satu butir telur disebutkan mengandung 6 gram protein kualitas tinggi dan antioksidan lutein serta zeaxanthin. Kedua antioksidan ini ditemukan dalam kuning telur. Bagian kuning itu juga mengandung vitamin D, E dan A.
Vitamin E sebelumnya ditemukan mengurangi risiko serangan jantungdi masa depan pada orang yang mengalami sakit jantung, sementara lutein mungkin berguna melindungi jantung dari penyumbatan di arteri.
Penemuan ini membuat dukungan lebih jauh untuk membuat perubahan pada 2015 Dietary Guidelines for Americans yang saat ini menyarankan konsumsi telur secara teratur di antara sumber protein lain.
Pada analisis di 2015 ditemukan pula Kolesterol dari makanan terbukti tak berhubungan dengan penyakit kardiovaskular.
Dr Tia Rains dari The Egg Nutrition Center mengatakan,"Review sistematis dan meta analisis menggarisbawahi riset sebelumnya yang membuktikan kurangnya bukti pengaruh telur terhadap penyakitjantung. Dan sekarang dibuktikan efek bermanfaat makan telur dengan risiko stroke."
Penemuan ini diterbitkan di jurnal American College of Nutrition.

Menahan BAB Terlalu Lama Bisa Sebabkan Kematian

Kamis, 3 November 2016 | 15:15 WIB


KOMPAS.com - Semua makhluk hidup, dengan caranya masing-masing, pasti membuang kotoran sisa hasil metabolismenya. Bahkan, BAB secara teratur adalah salah satu syarat mutlak agar tubuh kita tetap sehat. Berangkat dari pemikiran itu, bayangkan jika Anda tidak bisa BAB selama berbulan-bulan.
Inilah yang terjadi pada Emily Titterington, usia 16 tahun dari Cornwall Inggris, yang meninggal pada 8 Februari 2013 setelah tidak buang kotoran selama delapan minggu. Emily, pengidap autisme ringan, sering berurusan dengan masalah usus di sebagian besar masa hidupnya.
Dia memiliki fobia toilet yang begitu parah, sehingga lebih memilih untuk menahan BAB. Menurut pemeriksaan medis atas kematiannya, Emily menderita serangan jantung fatal sebagai akibat dari pembesaran usus sehingga menekan beberapa organ tubuhnya, termasuk jantung.
Emily menderita ekstensi usus besar yang masif, kata ahli patologi Amanda Jeffery. Paramedis Lee Taylor, yang sempat dua kali memeriksa Emily pada malam kematiannya, mencatat bahwa ukuran perut Emily memanjang.
Tulang rusuknya turun dan terdorong keluar melebihi tulang kemaluannya. Yang menyedihkan adalah bahwa Emily tidak seharusnya menderita seperti itu.
"Kematiannya bisa dihindari dengan pengobatan yang tepat pada titik yang tepat," kata dokter umum langganannya, Alistair James.
Emily pernah diresepkan obat pencahar, tetapi di luar itu, Emily menolak perawatan medis karena takut pada serangkaian pemeriksaan yang akan dilakukan oleh dokter.
"Saya belum pernah mendengar ini terjadi sebelumnya," kata Frank R. Malkin, M.D., seorang gastroenterologist di Charles River Medical Associates di Natick, Massachusetts.
Orang-orang muda dan remaja datang dan mengatakan mereka tidak BAB selama dua minggu, bukanlah kasus yang banyak terjadi.
"Kalaupun ada orang yang mengalami kesulitan BAB, mereka dapat menggunakan obat pelunak feses atau suplemen serat, atau pengobatan jenis lain yang direkomendasi oleh dokter. Delapan minggu tanpa BAB kemudian meninggal dunia, itu sangat tidak biasa."
Kesulitan BAB tingkat parah seperti yang dialami Emily, hampir tidak pernah terjadi pada orang dewasa.
"Hal seperti itu lebih sering terjadi pada anak-anak," kata Carin Cunningham, Ph.D., seorang psikolog anak di Rumah Sakit Anak Seattle.
"Kesulitan BAB akan menimbulkan nyeri sembelit yang parah. Diikuti oleh kondisi takut akan toilet, akhirnya anak bukannya membuka otot anal mereka tapi malah menahannya dan akhirnya ini jadi kebiasaan," kata Cunningham.
Banyak anak-anak yang fobia toilet bisa memecahkan masalahnya sendiri, misalnya dengan BAB di luar toilet atau di celana.
Dalam kasus Emily, kondisi autismenya membuat dia tidak bisa berkomunikasi dengan baik tentang apa yang dia rasa dan dia menjadi kurang terhubung dengan apa yang terjadi di dalam tubuhnya. Akhirnya, terjadilah bencana yang menyedihkan itu.
"Takut toilet lebih banyak terjadi pada anak-anak usia sekitar dua sampai lima tahun," kata Cunningham.
"Pada usia 16, ada kurang dari satu persen dari populasi yang memiliki fobia toilet. Pada orang dewasa, kasus seperti ini belum pernah terdengar. Mungkin karena orang dewasa jauh lebih mampu mencari solusi dibanding anak atau remaja," kata Cunningham lagi.
Meski demikian, orang dewasa tetap harus waspada terhadap sembelit, terutama jika jadwal BAB Anda menyimpang dari biasanya. "Rutinitas BAB setiap orang berbeda," kata Malkin.
"Ada yang BAB sekali sehari, ada juga yang dua atau tiga kali sehari, dan ada yang tiga atau empat hari sekali. Jika ada perubahan dari rutinitas normal, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter.”
Dokter akan bisa memberi solusi mudah untuk mengatasi sembelit Anda atau memberi saran lain untuk membantu menjaga pencernaan Anda tetap lancar.


Jangan Remehkan Radang Tenggorok

Jumat, 4 November 2016 | 09:05 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Munculnya rasa gatal atau bengkak pada tenggorokan hingga sulit menelan adalah gejala sakit tenggorok. Umumnya, rasa tak nyaman ini akan berkembang menjadi rasa sakit dalam 2-3 hari. Setelah itu, radang tenggorok akan sembuh dalam beberapa hari tanpa konsumsi obat-obatan.
Tapi hati-hati, jika radang tenggorokan ini berlangsung lama dan disebabkan bakteri, bisa menyebabkan komplikasi pada organ tubuh lain seperti  leher hingga telinga jika tak segera diatasi.
Menurut dr Syahrial M Hutauruk, SpTHT-KL(K), Ketua Divisi Laring Faring, Departemen THT, FKUI/RS Cipto Mangunkusumo, radang tenggorok ada yang bersifat akut (mendadak) atau kronik (lama dan berulang).
Radang tenggorok akut ditandai dengan gejala nyeri pada tenggorok, nyeri saat menelan, demam, sakit kepala, badan lemas, kadang disertai batuk dan pilek.
Pada radang tenggorok kronik, umumnya pasien hanya mengeluh tenggorok terasa tidak nyaman, terasa kering, rasa mengganjal saat menelan dan nafas berbau tidak sedap, namun sering terjadi serangan akut yang berulang.
"Jika radang tenggorok muncul kurang dari 2 minggu disebut akut dan penyebabnya adalah virus, atau bisa juga karena iritasi dan alergi. Kemudian sub akut yang terjadi antara 2-8 minggu yang disebabkan oleh jamur. Sedangkan, bila terjadi lebih dari 8 minggu disebut kronik, ini disebabkan oleh bakteri streptokokus," papar dr Syahrial saat diskusi media di Blue Jasmine, Jakarta beberapa hari lalu.
Dokter Syahrial ini mengungkapkan, jika tak ditangani dengan baik, infeksi akut pada tenggorok dapat menimbulkan komplikasi, karena dapat meluas ke daerah leher dalam dan menimbulkan abses, dimana akan terbentuk nanah didalam leher dan bisa menuju ke paru-paru.
Sedangkan, pada radang tenggorok kronik bisa berefek pembengkakan tonsil (amandel) hingga pembengkakan kelenjar getah bening. Radang tenggorokan jenis ini disebut sebagai faringitis streptokokus.
"Jadi pembengkakan di leher bukan hanya karena penyakit gondong atau adanya kanker kelenjar getah bening. Radang tenggorok karena infeksi bakteri juga bisa menyebabkan munculnya bengkak di leher," jelas dr Syahrial saat diskusi media di Blue Jasmine, Jakarta beberapa waktu lalu.
"Biasanya penderita mengalami demam tinggi di atas 38 derajat celcius dan kelenjar getah bening pun membengkak. Inilah yang kemudian menimbulkan bengkak di bagian leher." 
Dr Syahrial menegaskan, dengan pengobatan yang baik dan tepat, berbagai komplikasi dapat dicegah. Pengobatan biasanya diberikan untuk meredakan demam dan nyeri tenggorok. Jika penyebabnya infeksi virus, dokter akan memberikan vitamin penguat daya tahan tubuh. Tapi, jika penyebabnya infeksi bakteri akan diberikan antibiotik.
Selain itu, berkumur dan melakukan gargle dengan obat kumur antiseptik yang mengandung povidone-iodine dapat membantu mempercepat penyembuhan dan mencegah serangan berulang.
Sedangkan, untuk mencegah penularan, penderita radang tenggorok sebaiknya memakai masker dan tetap menjaga pola hidup sehat, dengan mengonsumsi makanan sehat dan menjaga lingkungan tetap bersih, baik di rumah maupun di kantor.
"Kalau kita yang berisiko tertular, selain mengonsumsi vitamin penguat daya tahan tubuh, lakukan juga gargle dengan obat kumur antiseptik setiap habis makan," ujar dr Syahrial.

Apa Penyebab Bau Mulut pada Pagi Hari

Kamis, 3 November 2016 | 16:00 WIB


KOMPAS.com — Bau mulut pada pagi hari adalah sesuatu yang normal walau kondisi itu menimbulkan rasa tidak nyaman terhadap seseorang yang ingin memberikan ciuman pagi.
Bau mulut terjadi karena bakteri di rongga mulut tidak bersih.
"Selama kita terjaga, air liur membantu memecah bakteri. Namun, saat tidur, mulut akan kering dan hanya ada sedikit saliva untuk menyingkirkan bakteri," kata Jonathan Robert, dokter gigi di New York.

Siapa pun bisa mengalami bau mulut karena setiap orang memiliki bakteri di mulutnya. Namun, sebagian orang napasnya menjadi sangat berbau karena adanya bakteri penghasil sulfur yang berkoloni di bagian atas lidah.
Bakteri ini menghasilkan bau yang lebih intens.

Konsumsi makanan yang menghasilkan bau mulut, seperti bawang putih atau petai, saat makan malam, juga membuat aroma mulut pada pagi hari menjadi kurang sedap. 

Walau kita sudah rajin membersihkan gigi, tetapi untuk mengurangi bau mulut, bersihkan pula bagian lidah. 

"Pembersih lidah sangat membantu untuk mencegah bau mulut," kata Robert.

Jika membersihkan lidah secara teratur tidak menghilangkan bau mulut Anda, konsultasikan kepada dokter tentang produk obat kumur yang bisa membunuh bakteri penghasil sulfur.