This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 04 November 2016


Jangan Remehkan Radang Tenggorok

Jumat, 4 November 2016 | 09:05 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Munculnya rasa gatal atau bengkak pada tenggorokan hingga sulit menelan adalah gejala sakit tenggorok. Umumnya, rasa tak nyaman ini akan berkembang menjadi rasa sakit dalam 2-3 hari. Setelah itu, radang tenggorok akan sembuh dalam beberapa hari tanpa konsumsi obat-obatan.
Tapi hati-hati, jika radang tenggorokan ini berlangsung lama dan disebabkan bakteri, bisa menyebabkan komplikasi pada organ tubuh lain seperti  leher hingga telinga jika tak segera diatasi.
Menurut dr Syahrial M Hutauruk, SpTHT-KL(K), Ketua Divisi Laring Faring, Departemen THT, FKUI/RS Cipto Mangunkusumo, radang tenggorok ada yang bersifat akut (mendadak) atau kronik (lama dan berulang).
Radang tenggorok akut ditandai dengan gejala nyeri pada tenggorok, nyeri saat menelan, demam, sakit kepala, badan lemas, kadang disertai batuk dan pilek.
Pada radang tenggorok kronik, umumnya pasien hanya mengeluh tenggorok terasa tidak nyaman, terasa kering, rasa mengganjal saat menelan dan nafas berbau tidak sedap, namun sering terjadi serangan akut yang berulang.
"Jika radang tenggorok muncul kurang dari 2 minggu disebut akut dan penyebabnya adalah virus, atau bisa juga karena iritasi dan alergi. Kemudian sub akut yang terjadi antara 2-8 minggu yang disebabkan oleh jamur. Sedangkan, bila terjadi lebih dari 8 minggu disebut kronik, ini disebabkan oleh bakteri streptokokus," papar dr Syahrial saat diskusi media di Blue Jasmine, Jakarta beberapa hari lalu.
Dokter Syahrial ini mengungkapkan, jika tak ditangani dengan baik, infeksi akut pada tenggorok dapat menimbulkan komplikasi, karena dapat meluas ke daerah leher dalam dan menimbulkan abses, dimana akan terbentuk nanah didalam leher dan bisa menuju ke paru-paru.
Sedangkan, pada radang tenggorok kronik bisa berefek pembengkakan tonsil (amandel) hingga pembengkakan kelenjar getah bening. Radang tenggorokan jenis ini disebut sebagai faringitis streptokokus.
"Jadi pembengkakan di leher bukan hanya karena penyakit gondong atau adanya kanker kelenjar getah bening. Radang tenggorok karena infeksi bakteri juga bisa menyebabkan munculnya bengkak di leher," jelas dr Syahrial saat diskusi media di Blue Jasmine, Jakarta beberapa waktu lalu.
"Biasanya penderita mengalami demam tinggi di atas 38 derajat celcius dan kelenjar getah bening pun membengkak. Inilah yang kemudian menimbulkan bengkak di bagian leher." 
Dr Syahrial menegaskan, dengan pengobatan yang baik dan tepat, berbagai komplikasi dapat dicegah. Pengobatan biasanya diberikan untuk meredakan demam dan nyeri tenggorok. Jika penyebabnya infeksi virus, dokter akan memberikan vitamin penguat daya tahan tubuh. Tapi, jika penyebabnya infeksi bakteri akan diberikan antibiotik.
Selain itu, berkumur dan melakukan gargle dengan obat kumur antiseptik yang mengandung povidone-iodine dapat membantu mempercepat penyembuhan dan mencegah serangan berulang.
Sedangkan, untuk mencegah penularan, penderita radang tenggorok sebaiknya memakai masker dan tetap menjaga pola hidup sehat, dengan mengonsumsi makanan sehat dan menjaga lingkungan tetap bersih, baik di rumah maupun di kantor.
"Kalau kita yang berisiko tertular, selain mengonsumsi vitamin penguat daya tahan tubuh, lakukan juga gargle dengan obat kumur antiseptik setiap habis makan," ujar dr Syahrial.

Apa Penyebab Bau Mulut pada Pagi Hari

Kamis, 3 November 2016 | 16:00 WIB


KOMPAS.com — Bau mulut pada pagi hari adalah sesuatu yang normal walau kondisi itu menimbulkan rasa tidak nyaman terhadap seseorang yang ingin memberikan ciuman pagi.
Bau mulut terjadi karena bakteri di rongga mulut tidak bersih.
"Selama kita terjaga, air liur membantu memecah bakteri. Namun, saat tidur, mulut akan kering dan hanya ada sedikit saliva untuk menyingkirkan bakteri," kata Jonathan Robert, dokter gigi di New York.

Siapa pun bisa mengalami bau mulut karena setiap orang memiliki bakteri di mulutnya. Namun, sebagian orang napasnya menjadi sangat berbau karena adanya bakteri penghasil sulfur yang berkoloni di bagian atas lidah.
Bakteri ini menghasilkan bau yang lebih intens.

Konsumsi makanan yang menghasilkan bau mulut, seperti bawang putih atau petai, saat makan malam, juga membuat aroma mulut pada pagi hari menjadi kurang sedap. 

Walau kita sudah rajin membersihkan gigi, tetapi untuk mengurangi bau mulut, bersihkan pula bagian lidah. 

"Pembersih lidah sangat membantu untuk mencegah bau mulut," kata Robert.

Jika membersihkan lidah secara teratur tidak menghilangkan bau mulut Anda, konsultasikan kepada dokter tentang produk obat kumur yang bisa membunuh bakteri penghasil sulfur.

Kamis, 20 Oktober 2016

Indonesia Alami Kenaikan Posisi di Peringkat FIFA

jumat,21 oktober 2016
sumber : komas.com


KOMPAS.com – Tim nasional (timnas) Indonesia baru dua kali melakoni laga internasional pasca-lepas sanksi FIFA. Namun, posisi Indonesia pada ranking FIFA terus mengalami kenaikan.
Pada rilis ranking FIFA terbaru pada Kamis (20/10/2016), Indonesia menempati posisi ke-179. Artinya, skuad Garuda naik dua peringkat dari daftar ranking FIFA bulan sebelumnya, September 2016.
Indonesia ada di posisi 181 untuk ranking FIFA pada September 2016. Kini, Indonesia naik dengan mengumpulkan 93 poin.
Indonesia mendapatkan poin tambahan setelah menjalani dua laga uji coba internasional melawan Malaysia (6 September) dan Vietnam (9 Oktober).
Saat menghadapi Malaysia, Boaz Solossa dkk menang 3-0. Sedangkan kala melawan Vietnam, Indonesia ditahan imbang 2-2.
Meski naik posisi, Indonesia tetap masih berada di bawah tim lemah Asia Tenggara, Laos, yang kini berada di posisi 175.
Demikian pula dengan pesaing skuad Garuda pada fase Grup A Piala AFF 2006, Thailand. Tim Gajah Putih berada di posisi ke-146.
Sementara itu, Filipina menjadi negara Asia Tenggara dengan peringkat tertinggi, yakni di peringkat 124.
Adapun lawan Indonesia lainnya di penyisihan grup, Singapura, menempati urutan ke-171. (Estu Santoso) 


Penulis: Nugyasa Laksamana
Editor : Aloysius Gonsaga AE
Sumber: JUARA,